Penyebab ibu hamil susah makan pada wanita

Penyebab ibu hamil susah makan pada wanita -penyebab utama wanita hamil sukar makan gak nafsu malah alergi mau muntah muntah terus ketika diminta menelan makanan , temukan sebab dan penyebab inti,Ada alasan khusus mengapa dokter kandungan dan bidan selalu mengingatkan ibu hamil untuk makan makanan bergizi seimbang dan menghindari makanan instan. Hal ini berhubungan dengan kadar penyerapan mikronutrien zinc pada tubuh.

Dr dr Dwiana Ocviyanti, SpOG dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan meski disebut sebagai mikronutrien, kekurangan zinc yang dialami ibu hamil bisa berakibat pada munculnya berbagai macam masalah kandungan. Masalah yang dialami pun berupa-rupa dan tak hanya mengancam di awal kehamilan saja.

“Zinc itu sangat penting bagi ibu hamil karena berperan dalam perkembangan janin. Kekurangan zinc bisa menyebabkan keguguran, bayi lahir prematur, bayi lahir cacat, bayi tidak berkembang dalam janin, hingga bayi lahir dengan berat badan rendah,” tutur dr Dwiana, ditemui di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat,Pada ibu, kekurangan zinc juga bisa meningkatkan risiko ibu hamil mengalami depresi pasca melahirkan. Selain itu, anak yang kekurangan zinc saat berada dalam kandungan juga memiliki risiko mengalami keterlambatan tumbuh kembang,

Dijelaskan dr Dwiana, Kekurangan zinc bisa disebabkan karena beberapa hal. Pertama, tentu saja karena pola makan ibu hamil tidak seimbang dan lebih banyak karbohidrat dan gula. Konsumsi terlalu banyak karbohidrat, terutama makanan olahan tepung, diketahui menghambat penyerapan zinc.Kedua, ibu hamil bisa saja kekurangan asupan protein. Protein, baik hewani maupun nabati, merupakan sumber utama zinc bagi tubuh. Untuk itu, usahakan agar ibu hamil lebih banyak mengonsumsi daging dan kacang-kacangan.

“Kalau di pedesaan mungkin susah makan daging, karena tidak setiap hari potong kerbau atau sapi. Jika begitu, bisa diganti dengan protein nabati, tahu dan tempe misalnya. Karena makanan tinggi protein itu zincnya juga tinggi,” tutur wanita juga menjabat sebagai ketua program studi program pendidikan dokter spesialis obstetri ginekologi FKUI ini.

Saran tersebut mengacu ke penelitian terbaru pada masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat, yang dilakukan Dr Idral Purnakarya, SKM, MKM. Idral mencari tahu hubungan diet dan pola makan lokal masyarakat Minangkabau terhadap status zinc pada ibu hamil. Hasilnya ditemukan bahwa konsumsi makanan olahan tepung seperti kue, mie instan, roti dan minuman mengandung gula berpotensi mengurangi penyerapan zinc yang bisa berdampak buruk pada kandungan ibu hamil.

“Hasil penelitian ini menemukan bahwa rata-rata kadar serum seng (zinc) pada ibu hamil di Minangkabau adalah 10,1 micromole per liter. Ditemukan pula sebesar 8,1 persen ibu hamil yang mengalami defisiensi zinc,” tutur Idral, ditemui usai sidang promosi doktoralnya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (4/1/2017).

Penelitian dilakukan kepada 360 ibu hamil dengan usia kehamilan 16 hingga 32 minggu. Seluruh partisipan merupakan ibu hamil dari etnis Minangkabau dan tinggal di Minangkabau, Sumatera Barat.

Penelitian dengan principal component analysis (PCA) menunjukkan ada 7 jenis pola makan ibu hamil di Minangkabau yakni pola makan bersumber nabati, ikan, ayam dan jeroan, tepung dan gula, daging, santan, kacang-kacangan serta pola makan hasil laut dan olahan susu.

Ditemukan ibu hamil yang mengurangi asupan makanan tepung dan gula satu kali saja dalam sehari mampu meningkatkan kadar zinc sebesar 0,179 micromole per liter. Selain itu, melebihkan asupan zinc 1 gram per hari dapat meningkatkan kadar zinc dalam darah hingga 0,083 micromole per liter.

Hasil lainnya menyebut asupan makanan dari laut (seafood dan sejenisnya) dan makanan olahan susu juga dapat meningkat jumlah zinc secara signifikan. Namun dari seluruh partisipan, hanya kurang dari 17 persen yang memenuhi angka kecukupan gizi sempurna.Meski hanya dilakukan pada etnis Minangkabau, Idral mengatakan penelitiannya cukup mampu menggambarkan bagaimana pola makan ibu hamil secara umum di Indonesia, dan pengaruhnya pada penyerapan mikronutrien seperti zinc. Untuk itu, ia berpesan agar ibu hamil harus melakukan pola gizi seimbang demi kesehatan dirinya serta janin.

“Pola gizi seimbang harus dilakukan agar seluruh komponen mikronutrien dan makronutrien bisa tercukupi. Jangan hanya karbohidrat, lemak atau protein saja tapi zat besi, zinc, kalsium juga harus terpenuhi,” terangnya.Selain untuk diri sendiri, saat hamil wanita dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi guna memenuhi kebutuhan si janin. Pemilihan menu ini tentu akan lebih baik jika disesuaikan dengan tahapan perkembangan janin.

Menurut pakar gizi Catherine Jeans, saat ini masih banyak informasi simpang siur mengenai diet saat hamil. Kebanyakan wanita masih mengonsumsi makanan dalam porsi dobel untuk memenuhi kebutuhan janin. Padahal yang benar justru tidak demikian.”Mengonsumsi makanan terlalu banyak dan tak beraturan justru memicu kenaikan berat badan tak sehat bagi ibu dan janin. Makan banyak tapi tak bergizi itu tidak baik bagi ibu hamil,” tutur Jeans, seperti dikutip dari Mirror.

Saat hamil, wanita diketahui membutuhkan lebih banyak asupan nutrisi. Tak terkecuali vitamin D. Studi ungkap kekurangan asupan ini dapat membuat sang anak kelak lebih berisiko terkena Multiple Sclerosis (MS).

Ya, studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Johns Hopkins University School of Medicine menyebutkan bahwa asupan vitamin D memiliki keterkaitan dengan pengembangan beberapa gangguan kronis, mulai dari kanker payudara hingga MS.

Kondisi ini juga berlaku pada para ibu hamil. Seperti telah dipublikasikan dalam jurnal JAMA Neurology, peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health sekali lagi meneliti hubungan antara vitamin D dan MS. Kali ini mereka menemukan bahwa wanita hamil yang kekurangan asupan vitamin D dapat meningkatkan risiko anak mereka untuk terkena MS.

Dalam studi tersebut, peneliti mempelajari 163 wanita yang telah didiagnosis dengan MS. Semua ibu dari responden ini diketahui telah menjadi bagian dari Finlandia Maternity Cohort. Mereka memberikan sampel darah ibu untuk mengukur diukur serum yang berhubungan dengan kekurangan vitamin D.

Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang lahir dari ibu dengan kekurangan vitamin D selama kehamilan memiliki risiko 90 persen lebih tinggi terkena MS saat dewasa.

Meskipun demikian, Multiple Sclerosis Society UK mencatat bahwa ibu hamil tetap harus berhati-hati sebelum mengasumsikan bahwa vitamin D secara langsung terkait dengan MS. Dalam situsnya, organisasi tersebut menyatakan bahwa untuk wanita hamil, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menentukan apakah kadar vitamin D dapat memengaruhi risiko MS pada anak.

Sebab jika dikonsumsi sembarangan, terlalu banyak asupan vitamin D dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan kalsium darah tinggi, termasuk mual, batu ginjal, masalah kardiovaskular, dan sembelit, seperti dikutip dari Medical Daily

CARI INFO Www.Indenesia.Com VIDEO YANG LEBIH HOT CEK DAN KETIK

CEK REFRESH KECEPATAN INTERNET ANDA JIKA VIDEO TAK JALAN

WWW.INDENESIA.COM