Penyebab badan sulit gemuk susah diatur

Penyebab badan sulit gemuk susah diatur -Penyebab badan sukar gemuk sulit diatur dengan pola makan tertentu namun bisa lebih sulit mengenai penyebab mengapa badan susah gemuk tetap kurus saja ya? Seseorang dengan berat badan berlebih biasanya ingin kurus. Sedangkan orang yang terlalu kurus alias cungkring umumnya ingin sedikit berisi. Ya, memiliki berat badan ideal menjadi dambaan banyak orang. Namun kerap kali orang-orang memiliki kebiasaan yang tanpa disadari membuat seseorang sulit mendapatkan berat badan ideal.

“Kalau orang susah gemuk ini bisa jadi karena metabolismenya tinggi,” terang dr A.R Inge Permadhi, MS, SpGK, pakar ilmu gizi dari Departemen Ilmu Gizi FKUI, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (22/10/2014).

Orang yang sedang sakit juga umumnya sulit menambah berat badan. “Biasanya saya sering lihat orang-orang yang kurus ini juga cenderung karena stres atau banyak pikiran,” imbuh dr Inge.

Metabolisme merupakan kemampuan tubuh untuk membakar kalori dan cadangan lemak pada saat beristirahat ataupun beraktivitas secara alami. Metabolisme yang dimaksud adalah metabolisme selular basal atau dasar. Jika seseorang memiliki metabolisme tinggi, maka dia memerlukan lebih banyak kalori dan lemak. Inilah satu hal yang membuat seseorang banyak makan tetapi tidak gemuk-gemuk.

Orang yang tidak bisa me-manage stresnya dengan baik dan larut dalam pemikirannya ada yang cenderung lupa makan. Gara-gara ini, tentu saja bobotnya tidak akan bertambah, dan malah menyebabkan timbangan terus merosot.Penyebab badan sukar gemuk sulit diatur dengan pola makan tertentu namun bisa lebih sulit mengenai penyebab mengapa badan susah gemuk tetap kurus saja ya

Nutrisionis pengasuh konsultasi gizi detikHealth, Leona Victoria Djajadi MND menyarankan kepada orang yang ingin menambah bobitnya agar setiap kali makan harus ada protein dan karbohidratnya. Sedangkan untuk cemilan bisa jadi susu/yoghurt full cream, segenggam kacang-kacangan atau roti sandwich.

Makanan yang mengandung protein antara lain daging, ayam, ikan, telur, produk susu atau kacang-kacangan. Disarankan juga menambahkan lemak sehat seperti olive oil, avocado, salmon, walnut, dan almond. Olive oil dapat ditambahkan langsung ke atas makanan sesaat sebelum dikonsumsi. Perlu juga mengasup susu tinggi protein atau bikin dari susu fresh ditambahkan lagi susu bubuk.

“Olahraga juga wajib ya kalau tidak semua kalori yang masuk menumpuk jadi lemak padahal yang kita mau adalah otot,” ujar Victoria.Penyebab badan sukar gemuk sulit diatur dengan pola makan tertentu namun bisa lebih sulit mengenai penyebab mengapa badan susah gemuk tetap kurus saja ya

Lalu bagaimana dengan orang yang susah kurus? dr Inge mengatakan sulitnya seseorang mengurangi berat badan adalah multifaktor. “Kalau mudah gemuk mungkin juga karena orang itu kebiasaannya jelek, misalnya sering minum-minuman bersoda, makannya berlebihan tetapi olahraganya tidak pernah, bisa juga karena obat-obatan yang berpengaruh pada hormonal,” terangnya.

Orang yang punya kebiasaan ngemil makanan tinggi kalori juga rentan menjadi biang keladi ‘susah kurus’ meskipun sudah mengurangi porsi makan nasi. Melewatkan sarapan juga ditengarai menjadi penyebab bobot melonjak, lantaran pada saat makan siang menjadi lebih lapar sehingga malah jadi ‘kalap’.

Stres bagi beberapa orang bukannya bikin berat badannya berkurang tapi malah melejit. Sebabnya, orang tersebut malah menjadikan makanan sebagai pelarian. Orang-orang yang sulit tidur di malam hari terkadang juga susah menurunkan bobot lantaran tak bisa jauh dari kulkas dan toples makanan. Ya, mereka ‘membunuh’ waktu dengan ngemil sambil membaca atau menonton film favorit. Kebiasaan minum minuman manis juga menyumbang faktor penyebab seseorang memiliki berat badan berlebih.

“Orang gemuk dan kurus sama-sama memiliki kemungkinan karena faktor genetik. Tetapi tidak mutlak. Ada orang yang gemuk tapi keluarganya kurus. Intinya multifaktor.

Banyak orang meyakini gemuk atau kurus adalah ‘bakat’ yang telah digariskan. Selain faktor hormonal dan metabolisme, ada faktor lain yang juga sering dikaitkan dengan ‘bakat’ tersebut yakni bentuk tulang.

Seseorang yang memiliki tulang besar diyakini lebih mudah gemuk, demikian juga sebaliknya. Tulang yang kecil dianggap menyulitkan orang untuk kurus. Anggapan ini bisa benar bisa tidak, tergantung dari mana melihatnya.

“Ya mempengaruhi. Kalau kerangka besar dan semakin banyak otot bisa menempel,” kata Prof Dr Ir Hardinsyah, MS, pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) kepada detikHealth, seperti ditulis Rabu (22/10/2014).

Besar kecilnya tulang, menurut Prof Hardinsyah pada akhirnya mempengaruhi kebutuhan energi. Karena otot yang melekat lebih sedikit, maka kebutuhan energinya lebih sedikit. Kelebihan kalori saat makan terlalu banyak akan disimpan menjadi lemak.

Namun demikian, secara umum faktor lain seperti pola makan dan aktivitas fisik tentu lebih banyak berpengaruh. Banyak bergerak dan sedikit makan, sederhananya dianggap sebagai rumus untuk menghindari gemuk. Begitu pula sebaliknya, tidak pedulit tulangnya besar atau kecil.

“Tulang kan genetik, jadi tidak akan berpengaruh. Malah ada orang yang tulangnya besar tapi kurus,” kata praktisi hidup sehat dr Phaidon L Toruan, MM.

Pendapat dokter gizi klinis juga menegaskan bahwa pengaruh tulang tidak seberapa besar dalam menentukan gemuk atau kurusnya seseorang. Malah bisa dibilang, tidak ada pengaruhnya sama sekali.

“Nggak dong. Ini tidak ada hubungannya. Tidak pengaruh kok mau tulang kecil atau besar. Tulang itu kan sudah pemberian, sudah dari sananya ya,” kata dr A.R Inge Permadhi, MS, SpGK dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Penyebab badan sukar gemuk sulit diatur dengan pola makan tertentu namun bisa lebih sulit mengenai penyebab mengapa badan susah gemuk tetap kurus saja ya

CARI INFO Www.Indenesia.Com VIDEO YANG LEBIH HOT CEK DAN KETIK

CEK REFRESH KECEPATAN INTERNET ANDA JIKA VIDEO TAK JALAN

WWW.INDENESIA.COM