Cara mengobati penyakit telinga alami

Cara baru mengobati penyakit telinga alami : Cara mengatasi dan mengobati penyakit telinga secara alami tanpa harus membeli obat obatan , cek dan lakukan langkah langkah mengobati sakit telinga akut.Sakit pada telinga bisa dialami siapa saja. Penyebabnya bisa jadi karena Anda pilek atau karena adanya infeksi pada telinga. Karena itu sangat telinga terasa sakit, perlu diketahui benar penyebabnya agar bisa mendapat pengobatan yang tepat.

“Karena pilek, mungkin telinga Anda bisa terasa sakit karena gendang telinga meradang oleh infeksi virus” ujar Richard Rosenfeld,MD,MPH, juru bicara American Academy of Otolaryngology dan Bedah Kepala dan Leher dan profesor dan ketua THT di Universitas Negeri dari New York di Brooklyn.

Karena pilek disebabkan oleh virus, hal yang dapat Anda lakukan adalah mengobati gejala tersebut. Acetaminophen (Tylenol) atau ibuprofen (Motrin, Advil) dapat membantu meringankan sakit telinga Anda. Namun, pada beberapa orang, khususnya pada anak-anak di bawah usia 8 dan orang dewasa yang merokok, infeksi bisa terjadi di dalam telinga ketika bakteri penyebab nanah dan cairan mengisi ruang di belakang gendang telinga .

Dalam banyak hal, itu mungkin mirip dengan gejala infeksi telinga, kecuali rasa sakit mungkin akan lebih terasa dan tiba-tiba muncul. Dokter menyebutnya infeksi telinga otitis media akut (AOM). Tanda-tandanya jika Anda menderita infeksi telinga antara lain nyeri tidak hilang seiring gejala flu sembuh dan pendengaran berkurang.

“Hilangnya pendengaran dengan infeksi telinga biasanya ringan, itu seperti menempatkan earplug di telinga Anda,” ujar Dr. Rosenfeld seperti dikutip dari everydayhealth Kamis (28/11/2013).

Anda mungkin masih mengalami demam dan merasakann nyeri. Banyak infeksi telinga disebabkan oleh bakteri, dan dapat diobati dengan antibiotik. Jika Anda menderita infeksi telinga, Anda mungkin juga akan sulit tidur, pusing dan demam.

Untuk mengetahui apakah Anda memiliki infeksi telinga, dokter akan menggunakan otoscope untuk mencari tanda-tanda infeksi dalam telinga Anda seperti :

1. Pembengkakan gendang telinga akibat cairan dan nanah di belakang gendang telinga.

2. Gendang telinga kurang berfungsi dan fleksibel dari biasanya, ini diperiksa menggunakan otoscope pneumatik.

3. Kekeruhan pada cairan gendang telinga. “Biasanya gendang telinga tampak seperti tirai shower” ujar Rosenfeld.

4. Pendengaran berkurang. Rosenfeld mengatakan bahwa tes pendengaran tidak membantu untuk mendiagnosis infeksi telinga.

Setelah Anda mengonsumsi antibiotik untuk mengobati infeksi telinga, mungkin masih terdapat sisa cairan di belakang gendang telinga Anda. Cairan yang tersisa dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan masih tersisa sebagai bagian dari fase penyembuhan. Jika beberapa bulan telah berlalu dan Anda masih memiliki masalah dengan pendengaran, Anda perlu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengikuti tes pendengaran lebih lanjut.

Setelah menggunakan earphone selama berjam-jam atau dalam jangka waktu yang lama biasanya seseorang akan merasakan sakit di telinganya. Hal ini bisa jadi karena indera pendengarannya mengalami kelelahan (listener fatigue).

Para peneliti dari University of Colorado baru-baru ini menjelaskan fenomena ‘listener fatigue’ yang terjadi ketika seseorang mendengarkan musik atau suara melalui earphone dalam jangka waktu lama.

Peneliti menuturkan ketika seseorang mendengarkan suara melalui earphone maka tingkat volume secara signifikan menjadi lebih tinggi di kanal telinga tertutup dibanding dengan kanal telinga terbuka. Kondisi ini membuat gendang telinga harus bekerja ekstra keras untuk mengelola volume tersebut dan melibatkan banyak otot-otot di sekitarnya.

Tapi ironisnya volume yang keras ini akan terdengar lebih halus dari yang sebenarnya sehingga seseorang akan berusaha meningkatkan volume suaranya menjadi lebih besar. Kondisi ini bisa membuat gendang telinga menjadi lebih tegang yang memicunya mengalami kelelahan serta rasa sakit.

Solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah listener fatigue adalah dengan memberikan lapisan seperti lensa di ujung earbud untuk meredam gelombang tekanan sehingga bisa melindungi gendang telinga.

“Hasilnya bisa melindungi pendengaran ketika otot-otot tersebut sepenuhnya digunakan,” ujar ketua peneliti Stephen Ambrose dari University of Colorado, seperti dikutip dari Menshealth.com, Kamis (30/6/2011).

Cara lain yang bisa digunakan cobalah untuk tidak menutup telinga terlalu rapat saat menggunakan earphone sehingga agak sedikit terbuka yang bisa mengurangi tegangan pada gendang telinga.

Selain itu pada tahun 2006 peneliti dari University of Colorado menemukan bahwa mendengarkan musik dengan volume penuh dari earphone selama lebih dari 5 menit sehari bisa meningkatkan risiko gangguan pendengaran.

CARI INFO Www.Indenesia.Com VIDEO YANG LEBIH HOT CEK DAN KETIK

CEK REFRESH KECEPATAN INTERNET ANDA JIKA VIDEO TAK JALAN

WWW.INDENESIA.COM